Wildest Dreams
All the things that one has ever imagined
Dipertemukan oleh project sebuah brand, dua model ternama dipasangkan menjadi satu di sana. Mengambil gambar sekaligus short clip dengan romantis membuat Renjun terbuai dengan pesona lelaki yang dipasangkan dengannya.
Ketika tangan Lucas melingkari pingganggnya, masuk kedalam pelukannya, bibir ranum mereka beradu, dan keduanya bertindak penuh romansa, Renjun menikmatinya. Terlepas dari sorotan kamera, Lucas tak jarang memberikan sentuhan-sentuhan perhatian kepada Renjun.
Pria tinggi dan berparas tampan itu cukup menarik dirinya, pesonanya begitu kuat ditambah hal-hal kecil yang Lucas berikan padanya. Renjun tahu bahwa tak seharusnya dia mengharapkan Lucas, namun dirinya sudah terlanjur berlarut didalamnya. Tindakan Lucas begitu halus padanya hingga dia tak berpikir bahwa lelaki itu hanya menggodanya, tidak mengambil serius terhadap apa yang keduanya lakukan.
Selama project berlangsung, keduanya bertindak seakan memiliki hubungan yang nyatanya tidak ada yang mengikat keduanya selain yang namanya pekerjaan. Keduanya bertindak seperti layaknya pasangan kekasih entah di depan maupun belakang kamera.
Berciuman satu sama lain dan bersatu dalam pelukan menjadi hal yang keduanya sering lakukan. Bahkan lebih dari itu, seperti yang tengah mereka lakukan malam ini. Mengungkapkan perasaan masing-masing di atas ranjang dengan melempar lenguhan-lenguhan penuh nikmat. Tubuh mereka menyatu antara penuh cinta dan nafsu. Menyentuh satu sama lain dengan melempar kalimat penuh kagum. Bibir mereka juga beberapa kali beradu ditengah kegiatan mereka. Malam penuh peluh itu keduanya habiskan bersama.
Setelah project berakhir, keduanya tidak lagi sering bertemu. Keduanya berada pada kesibukan masing-masing hingga bertukar pesan pun terkadang tak sempat. Renjun sudah mendunga semua ini akan terjadi, dia tahu dia tidak seharusnya berlarut dari awal, namun dia tetap meninggikan egonya yang menginginkan bersama Lucas.
Suatu hari keduanya dipertemukan kembali dan keduanya bertingkah tidak jauh beda dari sebelumnya. Keduanya saling melempar afeksi satu sama lain layaknya sepasang kekasih melepas rindu.
Setelah dari acara yang mempertemukan keduanya, mereka malam itu menghabiskan malam bersama. Bersama langit malam, tubuh mereka kembali menyatu malam itu. Malam itu keduanya lewati dengan cukup panas, terlebih saat Renjun mendominasi. Menempatkan dirinya di atas, bergerak dengan tempo cepat melemparkan rasa yang dia miliki pada lelaki dibawahnya sekaligus amarah atas kedekatan Lucas dengan orang lain. Lenguhan keduanya terdengar begitu panas, penuh nikmat dan rasa puas. Bahkan ciuman keduanya benar-benar kacau malam itu.
Renjun membuat malam itu lebih hidup dan panas dari yang biasa mereka lewati sebelumnya. Dia tahu bahwa Lucas tidak bisa dia miliki, maka dia akan membuat kenangan mereka terus mengikuti Lucas, setidaknya Renjun akan tetap berada dalam ingatan Lucas.
Sebelum mengakhiri kegiatan malam itu, Renjun memberikan ciuman yang mungkin saja menjadi ciuman terakhir mereka. Dia membiarkan Lucas memimpin ciuman itu. Bibir keduanya beradu begitu dalam bersama dengan lumatan-lumatan dan lidah yang ikut bermain di sana. Rasanya Renjun tidak ingin semuanya berakhir, namun dia tidak bisa berharap apapun.
Renjun hanya menyimpan perasaannya karena pikiran dia salah bahwa keduanya memiliki perasaan yang sama, hanya dia yang berlarut disana, cinta Lucas tidak hidup. Harapannya hanya sekedar harapan yang dia ketahui tidak akan menjadi nyata.
Fashion show musim panas menjadi kali pertama keduanya bertemu kembali setelah malam itu dan Renjun tidak lagi melempar afeksi, sekedar sapaan hangat saja tidak. Terlebih Lucas telah menggandeng seseorang bersamanya, dia hanya bisa diam menahan rasa yang tidak pernah bisa dia ucapkan dengan terang.
Dalam acara tersebut memunculkan short clip Lucas dan Renjun karena ini merupakan acara dari brand yang mereka bawa. Membuat keduanya kembali teringat tentang apa yang keduanya lakukan bersama. Renjun berharap Lucas mengucapkan 'sampai bertemu lagi' kepadanya walaupun sekedar pura-pura, dia akan menganggap bahwa Lucas tidaklah melupakannya.
Selepas dari acara tersebut, Renjun kembali dengan rasa yang sulit dia deskripsikan, senang, sakit, kecewa, sedih, semua bercampur menjadi satu. Tidak ada yang abadi bagi Renjun, termasuk cinta yang dikatakan orang-orang dapat abadi.
Disisi itu terdapat Lucas yang mengikuti Renjun dari dia keluar gedung hingga memasuki mobilnya. Dia melihat mobil Renjun menjauh sampai tak lagi terlihat oleh pandangannya, entah apa yang ada dalam pikirannya.
END.