Si Pipi Gembul

Jidan mempergunakan izinnya pergi ke toilet untuk menghampiri Cleo di kantin. Dia tahu bahwa pernyataan Cleo padanya itu dilebih-lebihkan, namun dari penuturan Cleo nampak keterkejutannya dengan hukuman di sekolah ini, karenanya dia memiliki rasa khawatir pada Cleo.

Jidan cukup dikejutkan dengan Cleo yang berbaring di bangku panjang kantin dengan kakinya yang dipijit oleh tukang kebun yang kemungkinan membantunya tadi. Langkah Jidan bergegas menghampiri Cleo untuk melihat keadaannya.

“Cleo, kenapa muka kamu merah banget?” tanya Jidan panik. Cleo sontak bangun dari tidurnya mendengar suara Jidan.

“Ini cuma karena I gak tahan panas, I'm a bit sensitive,” tukasnya. “Why you here, Jidan?” tambahnya.

“Ya nyamperin kamu. Kaki kamu sakit banget sampe dipijitin?” tanya Jidan lagi.

Si sinyo ini tadi teh ya lemes pisan abis lulumpatan keliling lapangan, mukana meni beureum pisan siga cepot. Abis lulumpatan manggil bapak tulung-tulung kitu minta dibawa kadieu ngesot-ngesot siga dugong, teu tega bapak ningalina Aa. Ini teh bapak pijitin sukuna biar enakeun kitu,” sahut tukang kebun.

Ah kitu, nuhun ya bapak. Sok dilanjutkeun we kerjana, biar abi yang urus ini,” balas Jidan.

Cleo diam seribu bahasa karena tak mengerti yang mereka bicarakan, tapi dia mengerti mereka tengah membicarakannya. Dirinya mengerti sebutan sinyo itu merujuk padanya.

Baru saja Jidan mengambil duduk di bangku yang sama dengan Cleo, anak itu lantas memutar tubuhnya dan kembali berbaring menjadikan paha Jidan sebagai sandarannya.

“Lemes banget lari 5 putaran doang,” ledek Jidan.

Actually i can. But one week i skipped exercise, that's why i feel weak,” terang Cleo.

“Rajin olahraga kamu?” Cleo sontak membuka matanya dan menatap Jidan tajam.

You underestimate me? I usually pergi gym and i joined basket club for your information.

“Iya, tapi pipimu masih gembul.” Cleo mengkerutkan dahinya heran.

Not related, Jidan. Emang kenapa kalo pipiku gembul?” protes Cleo.

“Gapapa, suka aja, lucu.” Jidan seketika mengalihkan pandangannya setelah menyadari yang dia ucapkan.

What you said, Jidan?” tanya Cleo memastikan.

“Aku ke kelas dulu, udah kelamaan izinnya. Cepetan balik ke kelas juga kamu,” ujar Jidan menghindari Cleo.