Resmi

Hari yang dinanti akhirnya tiba. Raga menggenggam erat tangan Ligar karena gugupnya. Ligar sendiri berusaha nampak tenang untuk Raga. Ini memang bukan kali pertama bagi Ligar, namun bukan berarti dironya akan santai menghadapi hal ini, kegugupannya tetap ada.

Keduanya melangkah menuju altar disambut dengan riuhnya para tamu undangan. Mereka tak mengundang banyak orang, karena ingin lebih intim dan bisa puas menikmati acara karena bersama orang terdekat.

Beberapa saat di tengah prosesi, pandangan Raga tertuju pada bangku tamu undangan. Pandangannya tidak kabur untuk mengenali orang yang baru saja hadir adalah orang tuanya. Keduanya hadir bersamaan dan ketika pandangan mereka bertemu, keduanya memberikan senyuman kecil untuk Raga. Tanpa sadar, senyuman Raga semakin cerah karena kehadiran mereka. Panggilan kecil Ligar pada Raga menyadarkan atensi lelaki itu untuk kembali fokus pada prosesi pernikahan keduanya.

Arsen berjalan menuju altar membawa cincin pernikahan dengan senyum bahagia yang tak memudar sedikit pun. Baik Ligar maupun Raga, keduanya bersyukur mengetahui Arsen menerima pernikahan keduanya, walaupun saat ini dia masih mengerti dengan sebutan pesta.

Ligar berikan usapan halus pada kepala putranya selepas memberikan sekotak cincin padanya. “Papo, jangan rusakin rambut keren aku deh,” tuturnya seraya merapikan rambutnya. Ligar dan Raga hanya terkekeh mendengar ucapan Arsen.

Keduanya saling mengucap janji pernikahan mereka dihadapan semua orang. Janji keduanya untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang dan selama-lamanya. Tukar cincin menjadi pertanda keduanya kini telah resmi terikat.

Ligar meraih pinggang Raga untuk mendekat padanya. Tangan Raga mengalung pada Ligar seraya membertemukan belah bibir keduanya. Tepuk tangan dan sorakan riuh terdengar mengiringi ciuman keduanya. Ligar jatuhkan kecupan pada kening Raga untuk mengakhiri ciuman keduanya.

Pipoy, I love you to infinity and beyond,” ucap Ligar pada lelaki yang masih dalam rangkulannya.

I love you more, Papp,” balasnya lalu segera mengalihkan pandang dari Ligar.