Resepsi

Selepas pemberkatan, Ligar dan Raga pergi menuju tempat resepsi pernikahan keduanya. Dengan beriringan mengendarai motor, dikawal oleh kedua kelompok motor keduanya dan seluruh tamu undangan menuju sirkuit.

Raga baru mengetahui dirinya akan balapan bersama Ligar dalam resepsi mereka itu semalam. Sungguh tak terbayang olehnya akan balapan pada hari pernikahannya, terlebih melawan pria yang telah resmi menjadi suaminya.

“Pap, ada hadiahnya gak ini?” tanya Raga pada Ligar di sebelahnya.

“Acara sendiri cari hadiah,” sindir Ligar.

“Balapan apaan gak ada hadiahnya,” sahutnya.

“PIPOYY SEMANGAT!!” Arsen berlari ke arah Raga dan memberikan high five sebagai bentuk dukungan.

“Pipoy aja yang kamu kasih semangat,” sindir Ligar yang kali ini tertuju pada Arsen.

“PAPOGAR SEMANGAT!! Aku dukung Papogar.” Ligar menoleh ke arah sebaliknya dan mendapati Lundra di sebelahnya.

“Nah ini nih anak Papo,” ujarnya seraya mencium puncak kepala Lundra yang membuat Arsen mencebik melihat hal itu.

Ligar dan Raga berjabat tangan terlebih dahulu sebelum mulai pertandingan. Ketika bendera telah naik, Ligar dengan cepat melesat di depan Raga. Setelah dia rasa memiliki cukup jarak dari Raga, dia menurunkan kecepatanya. Pandangan Ligar fokus pada spion memperhatikan Raga yang melaju dengan berambisi.

Ketika Raga berhasil menyalip dirinya, Ligar justru tak membalas membalapnya. Dirinya justru menikmati menonton Raga dari belakang dan terkadang dari samping. Keduanya sampai di garis finish berjarak dua detik.

Keduanya turun dari motor masing-masing dan berpelukan. “Pipoy, hadiahnya nanti ya...” bisik Ligar di tengah pelukan keduanya.

“Papo sama Pipoy ayo lempar bunga.” Arsen menghampiri keduanya dan memberikan bunga pada keduanya. “Jangan dilempar dulu, tunggu aku di sana. Aku mau ikut nangkep,” lanjutnya lalu berlari menuju barisan tamu undangan.

Keduanya memegang bunga tersebut bersama. Dalam hitungan ketiga, keduanya melempar bunga ke belakang. Keduanya berbalik ketika mendengar sorakan riuh. Harry, teman dekat Raga mendapatkan bunga tersebut. Lelaki itu lantas membawa bunga serta menggendong kekasihnya.

Di tengah orang-orang yang riuh dengan aksi Harry dan kekasihnya, Ligar dan Raga justru melanjutkan ciuman keduanya di altar tadi. Keduanya bercium lebih dalam dan saling menuntut.