Punya Alaa

“MAS LASKARRR!~” Ragnala berlari menghampiri Laskar yang tengah berjalan ke arahnya. Para staff yang menemani Ragnala dalam proses pengambilan musik video terbarunya pun kini telah terbiasa atas sikap Ragnala itu, terlebih Juanda yang sudah sangat terbiasa hingga bosan melihat dua sejoli itu.

“Jangan lari-lari, Alaa.” Laskar menangkap Ragnala dalam pelukannya. “Alaa baru makan ya?” Ragnala mengangguk. “Gimana bisa ini sausnya ketinggal di hidung.” Laskar tertawa sembari membersihkan saus di hidung Ragnala. Lelaki itu baru saja memakan burger dan besar burger yang melebihi lebar mulutnya membuat saus itu bisa tertinggal di hidung Ragnala.

“Ihh banyak ya, Mas Laskar?” Laskar menggeleng. “Mas Laskar beneran mau in frame di MV aku, ya?” Laskar mengangguk. “Nanti makin banyak deh yang naksir Mas Laskar,” keluh Ragnala.

“HEYY! BURUAN PREPARE! KEMALEMAN NANTI!” teriak Juanda menginterupsi keduanya.


Ragnala ingin mengintip Laskar terlebih dahulu, namun Juanda tak memberinya celah dan membawanya menuju tempat pengambilan scene.

Ragnala mengambil scene di balkon kastil lalu semua lampu meredup. Ketika dirinya berpikir pengambilan scene dirinya telah selesai, Laskar muncul dan menariknya mendekat pagar balkon. Tangan Laskar merangkul pinggang ramping Ragnala, mengajaknya menghadap gelapnya langit malam dengan taburan bintang.

Pandangan keduanya sejenak bertemu saat pertunjukan drone dimulai. Ragnala benar-benar tak memahami situasi saat ini. Dirinya menutup mulutnya dengan kedua tangannya ketika drone itu berakhir membentuk kalimat 'Will You Marry Me?' Sebuah kalimat ajakan yang tak dirinya duga.

Laskar membawa Ragnala berhadapan dengannya. Dirinya genggam kedua tangan Ragnala lantas merendahkan dirinya menekuk lutut. Laskar raih sebuah kotak di kantongnya dan menunjukkan isinya dihadapan Ragnala, “Alaa, boleh Mas Laskar jadi punya Alaa selamanya?” Bendungan air mata Ragnala runtuh seketika. Ragnala memberikan anggukan kepalanya, “Mas Laskar punya Alaa,” tuturnya dengan raut terharu dan bahagia yang tak bisa ditutupi.

Keduanya saling memasangkan cincin di jari manis mereka berdua. Laskar lantas berdiri dan menarik pinggang Ragnala mengikis jarak antara keduanya. Laskar mendongakkan dagu Ragnala, mempertemukan hidung bangir keduanya. Tawa ringan terdengar dari keduanya ketika hidung bangir mereka saling bergesekan. Ragnala mengalungkan tangannya pada Laskar dan Laskar memiringkan sedikit wajahnya lalu mempertemukan belah bibir keduanya. Dihadapan seluruh staf dan keluarga keduanya yang tak keduanya sadari kehadirannya di taman bawah yang menghadap balkon, keduanya lakukan ciuman hangat yang menyalurkan rasa cinta dan bahagia.

Ragnala menyembunyikan diri dalam dekapan Laskar selepas ciuman keduanya berakhir. Ada rasa malu dirinya berciuman dengan Laskar dihadapan banyak orang, terlebih kamera yang juga tetap menyorot kegiatan keduanya.

“Mas Laskar, pulang aja yuk. Malu aku dicie-ciein,” adu Ragnala dalam dekapan Laskar.

“Emang filmingnya udah selesai mau pulang.” Ragnala mengendikkan bahunya. “Ehh, ada Mama sama Papa loh di bawah,” sadar Laskar.

“Gak mau turun deh, pasti Mama mau ledekin aku itu,” gerutunya. “Mas Laskar jangan senyum-senyum aja dong,” lanjutnya yang mendapat cubitan gemas dari Laskar di pipinya. “HishhㅡJuuu, filmingnya udah selesai belum??” tanyanya pada Juanda.

“Udah sih, dari tadi sore juga udah selesai.” Raut kesal Ragnala seketika muncul. “Ini ide calon suami kamu!” sanggah Juanda yang hendak dihampiri Ragnala. “Cieee udah punya calon suami~” godanya pada Ragnala yang mengurungkan langkahnya.

“Nyebelin!!” Seluruhnya tertawa mendengar sahutan Ragnala dengan raut kesalnya.