Premiere Event

Hari ini merupakan premiere event film Beautiful Time. Mark dan Haechan sama-sama gugup sedari tadi. Terlebih setelah mengetahui ramainya penonton premiere film mereka, rasanya mereka semakin gugup.

Seluruh penonton datang dengan berpakaian seakan merrka tengah menghadiri acara pernikahan. Selain itu, mereka juga membawa bunga matahari di pangkuan mereka. Semua itu termasuk dalam ide Mark dan Haechan hanya bisa terus mengucap kagum dalam batinnya karena suaminya mempersiapkan kejutan ini sedetail itu.

Selepas keduanya menyapa dan berbincang dengan para penonton, keduanya ikut duduk di bangku penonton untuk menonton film mereka. Haechan sama sekali belum menonton hasil filmnya secara penuh karena dia tidak diizinkan oleh Mark.

Keduanya sungguh menikmati menonton film mereka. Tak jarang senyum cerah keduanya terulas karena terbayang kejadian nyata mereka yang masuk dalam film. Lebih lagi, Haechan dibuat tersentuh dengan film tersebut yang ternyata diambil dari sudut pandang Mark. Dalam beberapa bagian terdapat dubbing Mark yang menjelaskan tentang mereka juga pujian-pujian manis untuk Haechan dengan kalimatnya yang apik dan rapi.

“Milk...” Haechan telah memeluk lengan suaminya dengan air mata yang mulai turun ketika foto dan video keduanya keluar pada akhir film.

Mark mengusap air mata suaminya itu lalu membawanya ke depan dan kembali menjadi tontonan. “This is our dance song at the wedding, let's do it here,” bisiknya mengejutkan Haechan. Penonton riuh mengetahui mereka berbisik dengan posisi yang tak berjarak.

Satu ruangan riuh mengetahui Mark dan Haechan mulai berdansa di depan sana. Keduanya bergerak indah di bawah sorot lampu yang fokus pada mereka. Seluruh pasang mata terbius akan keduanya.

Hyuck, thank you for always being with me. You are a beautiful gift that God gave me. My gratitude will never stop, my love for you will never die even though I have died. I will always look for you, choose you, and be with you in any life. You are my home, Hyuck. I do love you and will love you more, more, and more,” ujar Mark dengan menatap tulus suaminya.

Air mata Haechan semakin membasahi pipinya. Mark menarik tubuhnya membuat keduanya tak berjarak. Dihadapan seluruh penonton, Mark jatuhkan ciuman pada suaminya yang penuh haru. Keduanya salurkan rasa cinta dan teima kasih keduanya melalui ciuman itu.

Haechan meraih kembali bibir basah Mark ketika suaminya itu baru melepaskan ciuman mereka. Keduanya kembali berciuman sekali lagi. Haechan nikmati bibir basah suaminya seakan tak sadar dengan para penonton yang masih setia menonton aksi keduanya.

Babe, we're on stage.” Haechan seketika menyembunyikan diri dalam pelukan suaminya setelah menyadarinya. Mark hanya terkekeh mengetahui tingkah suaminya itu. “It's okay, Babe. I will give you more later, but not on the stage,” tambah Mark lalu menjatuhkan kecupan pada puncak kepala Haechan.

Milk, I love you so so so so muchhh~” ujar Haechan dalam pelukan Mark. “Aku gak tau harus bilang ke kamu apa selain I love you, aku cinta kamu banget soalnya,” lanjutnya.

I know, Babe. For now, let's end the event first.