Perihal Paket Tak Dikenal

Selama perjalanan pulang, Renjun dalam keadaan cemas. Mendengar pernyataan Sean dan mengetahui sikap Lucas membuatnya merasa khawatir. Ketika baru memasuki basement, Renjun menemukan Lucas yang memasukkan kardus ke dalam kontainer truk dengan dibantu oleh dua orang lainnya. Dirinya lantas meminta Jungwoo menurunkannya di sana.

“Ge, itu paket apa?” Lucas enggan membuka suaranya dan memberikan secarik kertas pada Renjun lalu kembali melanjutkan kegiatannya memasukkan kardus dalam kontainer.

Semua paket itu berasal dari suami Delilah. Isi paket itu bermacam-macam, mulai dari kebutuhan Sean hingga sejumlah uang dan emas batangan guna memberikan bayaran pada Lucas dan Renjun. Yang dilakukan Lucas saat ini adalah mengembalikan seluruh barang itu pada Edwin.

Renjun tak menyangka bahwa Edwin melakukan hal itu selain berniat memberikan bayaran pada dirinya dan Lucas, lelaki itu juga memohon bantuan mereka untuk meminta Delilah menghentikan proses perceraian mereka. Dirinya dan Lucas tentu tidak memiliki hak melakukan hal itu, terlebih juga mereka jelas tidak mau melakukannya.

“Pak, nanti kalau misal ditolak, turunkan aja di depan rumahnya,” pesan Lucas sembari memberikan sejumlah uang kepada pengantar.

Renjun berikan air mineral yang ada dalam tas jinjingnya pada Lucas. Dirinya mengerti bahwa Lucas pasti tidak terima mendapat perlakuan seperti itu, begitupun dirinya sendiri. Tindakan Edwin seakan tidak menghargai ketulusan mereka pada Sean.

He disrespectful,” celetuknya.

Renjun kalungkan tangannya pada lengan suaminya. Dirinya bawa suaminya beranjak dari basement sebelum mereka berbincang jauh di sana.

“Nanti Gege bicara sama Sean, dia pikir Gege marah sama dia,” peringat Renjun sebelum lift sampai pada lantai unitnya berada.

Ketika memasuki unit mereka, Lucas mendapati Sean yang menatapnya enggan dari sofa ruang tamu mereka. Lucas merutuki dirinya sendiri karena paniknya dia membuat Sean mengira dirinya marah dan membuat anak itu takut.

Lucas mengambil duduk di sebelah Sean. Surai halus putranya itu dirinya rapihkan. Dia bawa putranya itu dalam dekapannya. “Kak, Papo minta maaf ya... Papo tidak marah pada Kakak,” ucapnya.

“Tapi kenapa Papo tidak jawab waktu Kakak panggil?” balas Sean bertanya.

“Papo tidak bermaksud mengabaikan Kakak. Maaf ya Papo tidak jawab panggilan Kakak karena sibuk memeriksa paket,” terangnya seraya memberikan usapan halus pada punggung sang putra. “Papo juga minta maaf karena pesan Papo seperti membentak Kakak tadi. Papo tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk karena paket tidak jelas tadi. Datangnya bahaya bisa darimana saja, Papo tidak ingin terjadi sesuatu pada Kakak juga Doyie yang ada di sini,” tambah Lucas.

“Kakak maafkan tapi izinkan Kakak menginap di rumah Gaby hari Minggu besok,” balasnya.

“Hari Minggu Pipo dan Papo tidak pergi bekerja sama sekali dan Kakak mau menginap di rumah Gaby?” sahut Renjun.

“Papooo~” rengeknya pada Lucas.

“Boleh,” ujar Lucas yang langsung mendapati lirikan dari Renjun. “Sebentar ya, Papo perlu bicara dengan Pipo.” Lucas lepaskan Sean dari dekapannya lalu menyusul Renjun yang beranjak menuju ruangan keduanya.


Baru saja Lucas melangkah masuk, dirinya sudah dapatkan gerutuan Renjun yang tak terima bahwa Sean akan menginap di rumah Gaby. Sejujurnya, Lucas juga tidak sepenuhnya setuju dengan Sean menginap di rumah Gaby karena keduanya mendedikasikan akhir pekan mereka untuk waktu bersama keluarga, namun apadaya dengan rajukan Sean.

“Sayang, satu hari itu aja. Gapapa, ya?” bujuk Lucas.

“Gapapa kalau mau main ke rumah Gaby, tapi apa perlu sampe nginep? Aku gak mau repotin Mark sama Haechan, juga bakal sepi kita di sini berdua,” balasnya.

Lucas dekati suaminya itu dan memeluknya dari belakang, “Kamu gak mau piring cantik di hari Minggu?” bisiknya tepat di telinga Renjun. “Kita celebrate 1st anniversary kita yang ketunda. ,I will give you another best of piring cantik,*” lanjutnya.

Renjun nampak memikirkan penawaran Lucas. Perayaan tahun pertama mereka sudah hampir mereka lupakan dan akan lebih buruk jika tidak merayakannya.

“Oke.” Renjun seketika mendapatkan ciuman pada kedua pipinya atas jawaban singkatnya itu.

Renjun membalik tubuhnya menghadap suaminya. “Ge, gapapa kah kita balikin semuanya tadi? Aku takut dampaknya ke Delilah atau mungkin Sean,” tanyanya kembali membahas paket dari Edwin.

“Iya. Aku tanggung jawab kalau ada apa-apa nantinya. You have me here, jangan takut,” balasnya.