Perihal Ingin Menginap

Hari ini begitu menyenangkan bagi Cleo karena dia berhasil menerbangkan layang-layang miliknya sendiri. Cleo bahkan berhasil menyambit layang-layang milik Jidan hari ini, entah Jidan yang sengaja mengalah atau memang Cleo mampu.

Ketika keduanya kembali ke rumah Jidan, mereka disambut dengan es kelapa muda yang disiapkan oleh Papa Jidan. Dahaga mereka seketika hilang setelah meminumnya.

“Jidan, how about I nginep di rumah you tonight?” celetuk Cleo spontan mengejutkan Jidan.

“Yaㅡgapapa, tapi emangnya kamu boleh?” balas Jidan dengan bingung. Tidak masalah baginya Cleo menginap di rumahnya, temannya menginap di rumahnya itu bukan hal baru bagi Jidan dan keluarga.

Wait.

Cleo nampak menulis pesan di ponselnya, dirinya meminta izin kepada orangtuanya untuk menginap di rumah Jidan. Sesuai dugannya, mereka tidak memperbolehkan Cleo menginap.

Tonight, I can't. But next time, they promise me bakal bolehin nginep di rumah you,” tukas Cleo dengan nada kecewanya.

Also, mereka gak bolehin I sering main ke rumah you. Katanya sesekali I ajak you ke rumah I,” tambahnya.

“Ya gapapa kalau kamu mau. Kenapa gitu mukamu?” heran Jidan.

I gak mau bawa you ke rumah I,” balas Cleo.

Jidan hanya terdiam mengangguk. Dia sadar bahwa Cleo bukan kelasnya. Keluarganya berada di kelas menengah, berbeda dengan Cleo yang di atas. Dia mewajarkan Cleo tidak ingin mengajak dirinya ke rumahnya, pasti Cleo ada rasa malu membawa dirinya ke sana, bukan?

“Kamu gak bimbel, Cleo?” tanya Jidan mengubah arah pembicaraan mereka.

“Kan I bilang malem, Jidan,” sahut Cleo. “I bother you ya kelamaan di sini?” tambah Cleo setelah diam sejenak.

“Ehㅡenggak, Cleo. Aku cuma tanya aja, takutnya kamu lupa karena keasikan main kita,” elak Jidan.

You gapapa bilang aja if I bother you.

“Serius enggak, Cleo,” tegas Jidan.

I pulang aja deh sekarang.” Cleo lantas menghubungi supirnya setelah ini. Dirinya juga teringat perkataan orangtuanya bahwa tak enak terlalu lama atau sering di rumah Jidan.

“Cleo, serius loh gapapa. Aku bukan nyuruh kamu pulang dengan tanya itu,” terang Jidan yang jadi merasa bersalah pada Cleo.

I know, Jidan. I cuma mau pulang aja ini, serius. I juga belum prepare buat bimbel nanti. Panggil Papa you, I mau pamit,” balas Cleo.