Kembali Bersua

Hari ini Sean akan kembali bersua dengan Mamanya. Selama perjalanan menuju tempan keempatnya bertemu, Sean bertanya banyak hal perihal nanti harus seperti apa dengan Delilah. Rasanya anak itu kembali bingung karena baru bersua kembali setelah berbulan-bulan tak jumpa.

Sebelum menemui Delilah, ketiganya mampir ke salah satu store untuk membeli hadiah untuk Delilah. Sean belum mengetahui lebih tentang Mamanya, namun dirinya berharap hadiah yang dipilihnya itu diterima dengan baik nantinya.

Karena ketiganya mampir terlebih dahulu, saat sampai di restoran, Delilah telah sampai dan duduk di sana. Wanita itu meyakinkan dirinya untuk merentangkan tangannya berharap Sean mendapatkan maksudnya. Rentangan tangannya perlahan turun ketika Sean hanya berdiri diam dihadapannya.

“Kakak rindu dengan Mama,” ujarnya selepas menatap lekat Delilah. Sean beranjak memeluk Delilah setelahnya. Dengan cepat Delilah membalas pelukan putranya itu dan mendekapnya erat.

Senyum merekah Delilah nampak ketika kembali mendengar cerita Sean yang seakan tanpa ujung, apa saja diceritakan oleh anak itu. Sesekali juga Lucas ataupun Renjun menimpali, menepis batas antara mereka yang masih tersisa. Pertemuan hari ini terasa lebih hangat daripada sebelumnya.

“Mama, kata Papo setelah ini kita mungkin lama tidak bertemu itu benar?” tanyanya dengan sorot mata menuntut jawaban Delilah.

“Mmm... Itu bisa jadi lama atau bisa jadi sebentar. Kalau Mama bisa menyelesaikan semuanya dengan cepat, kita bisa kembali sering bertemu lagi,” terang Delilah dengan menggenggam tangan Sean di depannya. “Kamu suka sering bertemu dengan Mama?” lanjutnya bertanya.

“Kakak suka Mama masih ingat dengan Kakak. Kakak tahu orang besar suka bekerja, tidak apa-apa Mama tidak bisa sering bertemu Kakak. Kakak sudah tahu Mama ingat dan sayang pada Kakak, Kakak mengerti,” balasnya.

Dari penuturan panjang Sean itu, baik Delilah maupun Lucas dan Renjun, ketiganya baru menyadari bahwa Sean tak lagi menyebut 'Aku' ketika berbicara dengan Delilah. Anak itu menggunakan sebutan 'Kakak' yang biasa dirinya gunakan berbicara dengan Lucas dan Renjun.

“Terima kasih, Kakak Sean,” tutur Delilah dengan membelai kepala Sean.

Ketika Sean pergi ke toilet bersama Lucas, Delilah dan Renjun berbincang di sana. Renjun yang menanggapi dengan baik obrolan Delilah. Entah sadar atau tidak, Delilah mencurahkan beberapa kekhawatirannya perihal hal yang tengah dirinya jalani pada Renjun.

“Mama, Kakak punya hadiah untuk Mama,” ujar Sean sembari berlarian ke meja mereka. Anak itu baru teringat belum memberikan hadiahnya pada Delilah. “Pelan-pelan, Kak. Sakit tidak?” peringat Lucas ketika kaki Sean tersandung kursi. “Tidak, tadi pelan,” balasnya.

Sean mengambil paper bag kecil di kursinya dan memberikannya pada Delilah. Pelukan dan banyak ciuman diberikan Delilah pada putranya itu. Sean dibawanya dalam pangkuannya dan membuka isi hadiah dari Sean itu bersama.

“Ini cantik sekali,” pujinya ketika mendapati sebuah kalung dengan liontin yang begitu cantik. “Terima kasih, Kakak Sean.” Delilah kembali mencium putranya itu.

“Kakak membeli itu pakai kartu Papo karena kartu Kakak tidak bisa membeli itu, tetapi itu Kakak yang memilih untuk Mama. Nanti Mama pakai kalung dari Kakak supaya selalu ingat kalau ada Kakak di sini,” tuturnya menjelaskan.

“Tidak ingin pakaikan langsung pada Mama?” Sejenak Sean terdiam lalu memberikan anggukannya. Delilah membukakan kaitan kalung tersebut dan memberikannya pada Sean untuk dia pasangkan di lehernya.

“Sudah, cantik sekali,” pujinya setelah selesai memasangkan kalung di leher Delilah dengan sedikit bantuan Renjun untuk mengaitkannya.

“Terima kasih anak tampan Mama,” balasnya seraya memegang dagu Sean.

Saat berpamitan pulang, Sean memberikan ciuman manisnya pada pipi Delilah. Hal itu membuat Delilah seakan membeku beberapa saat karena mencerna apa yang baru saja didapatkannya.

“Del, wish all the best for you. Gue selalu open kalo lo butuh temen cerita,” pamit Renjun.

“Semoga semuanya cepat membaik dengan hasil yang terbaik,” timpal Lucas.

“Terima kasih banyak,” balasnya dengan menjabat tangan Renjun dengan membungkukkan sedikit badannya. Akan tetapi, Renjun justru menarik wanita itu dan memeluknya, begitupun Lucas yang juga memberikan peluknya untuk Delilah.