Dua Anak

Raga yang sedari pagi tadi sudah ribut dengan Arsen entah perkara apa hingga kini ketika sampai di Legoland dirinya berniat menunggu Ligar dan Arsen di Burger Junction. Dirinya melangkah malas di belakang Arsen yang bersemangat menarik Ligar untuk mencari wahana roller coaster naga yang telah mencuri pikiran anak itu dari berminggu-minggu lalu. Sialannya ketika melihat wahana itu Raga justru tertarik, melawan niatannya yang hanya ingin menunggu dengan makan di sini.

Ligar yang duduk di belakang Arsen dan Raga dipenuhi rasa cemas. Dua kesayangan Ligar itu berulang kali mengangkat tangan lepas dari pegangan. Keduanya sama-sama heboh dan teriakannya kencang.

Turun dari roller coaster, Raga dan Arsen sudah sibuk sendiri mencari wahana yang diinginkan. Ligar hanya mengikuti kemana mereka pergi dan menjaga jalan mereka yang terlalu bersemangat supaya tidak menabrak orang yang berjalan dari arah berlawanan.

“Main basah-basahnya terakhir aja biar nanti selesai ganti baju gak banyak keringetan lagi,” saran Ligar pada keduanya yang berhenti di Dino Island. “Ke Ninjago 4d Ride atau Lost Kingdom dulu aja, mau ketemu ninjago katanya kamu,” tambah Ligar.

“Itu yang petualangan itu Papo?” Ligar memberikan anggukannya. “Mau!! Aku mau ketemu Kai sama Lloyd!” Arsen langsung menarik Ligar dan Raga untuk pergi ke wahana tersebut.

Ligar hari ini berperan menjadi pengasuh dua anak aktif. Raga yang dia pikir akan bosan nyatanya begitu bersemangat. Bahkan ketika dalam wahana lost kingdom, Raga sibuk berembuk sendiri bersama Arsen untuk mencari harta karunnya. Juga saat berada di Dino Island, Raga dan Arsen asik sendiri menyanyikan dino ABC yang dirinya saja tidak menghafal keseluruhan nama dino.

“Ini buat anak-anak doang, Pipoy. Buat latihan nyetir. Kita lihat aja Arsen dari sini,” bujuk Ligar pada Raga yang kesal karena dirinya tidak bisa ikut mengendarai mobil lego. “Kamu kayak anak kecil banget sih hari ini.” Ligar memeluk gemas Raga dari belakang.

“Keliatan banget ya Papp masa kecil kurang bahagianya.” Ligar seketika ingin mengurungkan kalimat yang dia ucapkan sebelumnya. Kegemasannya ditangkap lain oleh Raga.

“PIPOYY!! PAPOGARR!!” panggilan Arsen itu membuyarkan sendu yang menyelimuti keduanya.

Raga tersenyum getir melihat tangan Ligar yang masih melingkari dirinya itu mengambil gambar dan video Arsen yang tengah memgendarai mobil lego. Dirinya juga melihat jelas Ligar memindahkan gambar dan video Arsen dalam folder tersendiri.

“Yang ini isinya kamu.” Ligar berganti menunjukkan folder yang isinya dipenuhi oleh Raga. “Ngapain screenshot segala dimasukin,” ledek Raga. “Itu momen langka,” terang Ligar lalu membawa Raga dalam rangkulannya menjemput Arsen yang telah selesai mengemudi. “Ada folder mantanmu juga nih pasti.” Ligar memberikan ponselnya tanpa menjawab dan membiarkan Raga menemukan sendiri jawabannya.