Behind the Scenes

Takdir seringkali tidak dapat ditebak, salah satunya dengan siapa nanti kita bersama. Renjun yang semula hanya mengidolakan Lucas dan berjanji bahwa dia tidak akan masuk atau menerima tawaran dalam dunia film sebelum dia masuk dalam film Lucas. Akan tetapi, Renjun bukan hanya mendapat impiannya bertemu dan bermain film garapan Lucas, dia bahkan berhasil masuk dalam dekapan sang sutradara sekaligus memiliki tempat tersendiri dihatinya.

We got our first, you got your first movie and I got my first boyfriend,” kata Lucas

Bersama Renjun, perlahan Lucas membuang ketakutannya tentang sebuah hubungan. Dia membenarkan ucapan sang ayah bahwa sebuah hubungan tidak semenakutkan itu, semua kembali pada masing-masing.

Jalan takdir mempertemukan keduanya begitu lucu, meninggalkan kesan dalam diri masing-masing. Terlebih ketika Lucas tiba-tiba menyatakan ingin lebih dekat kepada Renjun, disaat itu Renjun merasa takdir begitu sulit ditebak dan pada waktu yang sama, dia merasa itu juga lucu mengingat bagaimana Lucas meminta ijin padanya.

“Sebelum jadi premium kan trial dulu,” ujar Lucas kala itu.

Keduanya kini tengah mengingat-ingat dari saat awal mereka bertemu hingga akhirnya saling jatuh. Saling berpelukan dengan kepala bersandar pada dada Lucas menjadi posisi favorit Renjun. Ketika orang memperdebatkan lebih nyaman bersandar di bahu atau paha kekasihnya, Renjun justru nyaman bersandar di dada kekasihnya. Rasanya begitu nyaman dan jantungnya ikut berdebar ketika mendengar detak jantung kekasihnya.

Waktu bisa menjadi tidak terasa jika kita menjalaninya dengan penuh bahagia, seperti yang dirasakan Renjun dan Lucas kini. Keduanya menikmati menjadi premium.

Sempat Lucas berpikir tentang kenapa dia tidak bertemu dengan Renjun lebih awal. Namun setelah memikirkannya kembali, dia tidak ingin bertemu Renjun lebih awal karena mungkin jalannya akan berbeda, tidak seperti sekarang ini.

“Ren, terima kasih udah datang. You're the best for me and i'll do for you too. I love you,” ujar Lucas dalam posisinya memeluk kekasih kecilnya.

“Jangan sering manis-manis, nanti aku diabetes,” balas Renjun. “I love you too by the way,” lanjutnya.

Malam itu keduanya habiskan dengan berbincang yang semakin lama semakin jauh pembicaraannya. Keduanya mengakhiri pembicaraan mereka dengan ciuman sebelum tidur.

END.